Tutorial Menggendong Bayi dengan Jarik Simpul Jangkar

Halo, Sobat Bunda. Kali ini kami ingin membagikan sebuah video tutorial cara menggendong bayi dengan jarik simpul jangkar.
Jarik merupakan warisan budaya asli Indonesia.
Jarik ternyata juga merupakan salah satu gendongan yang ergonomis, lo. Jadi, untuk menggendong bayi dengan posisi tegak dan kaki m-shape, Sobat Bunda tidak wajib membeli gendongan yang mahal-mahal.

Oh ya, apakah posisi kaki m-shape saja sudah cukup?

Ternyata, ada hal lain yang wajib kita utamakan selain posisi kaki m-shape, lo.


Hal itu adalah prinsip TICKS dan memerhatikan kondisi gendongan.
Prinsip TICKS dibentuk karena ada banyak kasus bayi meninggal di dalam gendongan dan bayi terjatuh dari dalam gendongan.

T: Tight: Erat

Gendongan harus cukup erat mendekap bayi. Jika gendongan longgar, maka berisiko menyebabkan bayi terjatuh dari gendongan.

I: In View at All Times: Selalu terlihat

Wajah anak sebaiknya selalu terlihat oleh penggendong. Ketika kita bisa melihat wajah anak dengan mudah, maka kita bisa mengontrol jalur napas bayi kapan saja.
Jika wajah anak tenggelam jauh di dalam gendongan dan kita sulit melihatnya, maka ini berisiko membahayakan keselamatan anak kita.

Mengapa?
Saat anak tenggelam di dalam gendongan dan kita sulit melihatnya, maka kita sulit memantau jalur napasnya. Kita tidak tahu si bayi bernapas dengan lancar atau tidak.

C: Close Enough to Kiss: Mudah untuk Dicium

Puncak kepala bayi mudah dicium oleh penggendong tanpa si penggendong harus terlalu menunduk. Dengan posisi kepala anak yang dekat dengan wajah kita, maka kita bisa selalu memantau jalur napasnya dan melihat wajahnya.

K: Keep Chin Off the Chest: Jauhkan Dagu Bayi dari Dadanya

Dagu bayi jangan sampai menempel ke dadanya. Hal ini akan berisiko menghambat jalur napas anak. Kok bisa? Iya, coba saja tempelkan dagu kalian ke dada. Kemudian bernapaslah. Sulit, kan?
Namun, jangan pula terlalu mendongakkan kepala bayi ke arah atas. Hal ini juga bisa berisiko menyebabkan terhambatnya jalur napas yang bisa berakibat fatal.

S: Supported Back: Punggung Anak Harus Tertopang Sempurna oleh Gendongan

Gendongan harus menyangga punggung anak dengan baik hingga ke belakang bahunya. Ketika punggung anak tidak tertopang sempurna oleh gendongan, maka akan berisiko anak terjungkal ke belakang ketika sedang digendong. Selain itu, posisi bayi bisa merosot ke bawah dan berisiko menyebabkan terhambatnya jalur napas.

Selain prinsip TICKS, kita wajib memerhatikan kondisi gendongan yang dipakai.

1. Sebisa mungkin, gunakan gendongan yang ergonomis.
Jarik juga merupakan gendongan ergonomis. Jadi, menggendong posisi tegak dengan kaki m-shape tidak harus dengan gendongan yang mahal-mahal. Jarik pun bisa dimanfaatkan.
2. Perhatikan kualitas gendongan.
Pilih gendongan yang memiliki bahan aman dan kuat, jahitan yang rapi dan kuat, pengait atau ceklekan yang kuat, dan ring yang tidak bercelah.
3. Jangan gunakan gendongan KW atau palsu.
Gendongan palsu atau KW tidak dicek dahulu keamanannya sebelum dijual. Daripada membeli gendongan impor yang KW, lebih baik membeli gendongan yang lokal tapi orisinal.
4. Gunakan gendongan dengan ukuran yang pas untuk bayi dan penggendong.
Ukuran gendongan yang tidak pas untuk bayi & penggendong berisiko membuat prinsip TICKS tidak tercapai.

Semoga bermanfaat.
Silakan disimpan da n dibagikan.
Happy babywearing.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *