Cara Pilih Test Pack untuk Deteksi Dini Kehamilan

Saat ini, alat uji kehamilan atau yang sering disebut dengan test pack sudah banyak dijual bebas di apotek. Jadi, pasangan yang baru menikah bisa mengecek kehamilan dengan lebih pribadi di rumah. Namun, ternyata memilih test pack pun ada panduannya lo. Simak beberapa panduan di bawah ini.

1. Bunda Wajib Perhatikan Kepekaan Alat Uji Kehamilan

Setiap alat uji kehamilan ternyata memiliki kepekaan yang berbeda. Kepekaan alat ini akan menentukan hasil akhirnya. Strip alat uji kehamilan bekerja dengan mendeteksi adanya hormon hCG (human chorionic gonadotropin) pada air seni. Hormon ini akan muncul jika ada sel telur yang telah berhasil dibuahi oleh sel sperma. Hormon kehamilan ini akan meningkat pesat dan mencapai puncaknya pada hari ke-60 hingga ke-90 kehamilan.

Namun, di hari-hari awal kehamilan, hCG masih sangat sedikit jumlahnya. Alat uji kehamilan memiliki beragam kepekaan, mulai dari 5 mIU/ml urin, 10 mIU/ml urin, hingga 25 mIU/ml urin. Semakin kecil angka pada kepekaan suatu alat uji kehamilan, maka testpack tersebut akan semakin sensitif dalam membaca hasil uji kehamilan.

Alat uji kehamilan dengan kepekaan 5mlU/ml urin atau 10mlU/ml urin biasanya sudah bisa memberikan hasil yang cukup akurat bahkan ketika Bunda belum terlambat haid. Testpack dengan kepekaan 5mlU/ml urin atau 10mlU/ml urin pun diklaim bisa memberikan hasil 99% akurat pada 7 hari setelah Bunda berhubungan intim dengan suami di masa subur.

2. Pakailah Alat Uji Kehamilan Setelah Bunda Bangun Tidur Pagi

Urin setelah bangun tidur pagi diyakini memiliki kadar hCG yang lebih banyak daripada urin pada siang atau sore hari. Meski tidak ada aturan khusus mengenai kapan harus menggunakan testpack, tapi pagi hari merupakan waktu yang tepat bagi Bunda untuk mengecek kehamilan dengan alat uji kehamilan.

3. Pakailah Alat Uji Kehamilan yang Belum Kedaluwarsa

Saat membeli testpack, Bunda wajib mengecek tanggal kedaluwarsa benda tersebut. Jika tanggal kedaluwarsa masih jauh, maka alat tersebut akan cukup akurat dalam memberikan hasil uji kehamilan. Sebaliknya, alat uji kehamilan yang sudah kedaluwarsa bisa memberikan hasil positif palsu atau negatif palsu pada saat uji kehamilan.

4. Buka Alat Uji Kehamilan Sesaat Sebelum Dipakai

Jangan membiarkan testpack dibuka dalam jangka waktu yang cukup lama jika Bunda belum akan memakainya. Alat uji kehamilan yang dibuka terlalu lama dikhawatirkan akan terkena kontaminasi dengan cairan di sekitar alat tersebut. Hal ini bisa memengaruhi kepekaan atau keakuratan alat tersebut dalam membaca uji kehamilan.

Jadi, sebaiknya buka alat uji kehamilan yang Bunda miliki sesaat sebelum digunakan.

5. Tampung Urin Dalam Wadah Bersih dan Kering

Jika Bunda menggunakan alat uji kehamilan berupa strip yang harus dicelupkan pada urin, maka Bunda wajib menyediakan wadah untuk menampung urin. Wadah ini harus bersih, kering, dan bebas dari sisa sabun atau cairan lain. Sisa sabun atau cairan lain dikhawatirkan bisa memberikan hasil yang tidak akurat pada saat pengecekan dengan testpack.

Dengan memerhatikan kelima hal di atas, Bunda bisa mendapatkan hasil uji kehamilan yang cukup akurat di rumah dengan testpack. Jika mendapatkan hasil negatif, Bunda boleh melakukan pengecekan ulang setelah 3 hingga 4 hari. Jika Bunda mendapatkan hasil positif, maka segeralah membuat rencana ke dokter kandungan atau klinik terdekat ya. Semoga informasi di atas bisa bermanfaat.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *